Senin, 27 April 2009

sedikit referensi bahan bacaan

Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. sampah organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, kertas, kayu, dan daun0daun kering. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
2. sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, plastik mainan, botol dan gelas minuman, dan kaleng. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil ataum saampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Bebarapa ampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
3. sampah berbahaya contoh : baterai, botol racun nyamuk, dan jarum suntik bekas.
Model Pengelolaan Sampah Dusun Sukunan
Petani Sukunan sudah lama mengeluhkan banyaknya sampah plastik, kaca, dan kaleng yang masuk ke lahan persawahan. Sawah tersebut sangat menghalangi pengakaran padi dan kesuburan tanah menurun. Pecahan kaca juga sering menimbulkan cedera bagi petani sehingga petani dusun ini harus meluangkan waktunya lebih dari mengurusi sawah mereka. Oleh karena petani Dusun Sukunan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berasal dari inisiatif warga dan dikembangkan juga secara bersama oleh masyarakat.
Secara garis besar sistem pengelolaan sampah mandiri dan produktif Sukunan meliputi kegiatan berikut:
1. Setiap Rumah tangga memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya yaitu plastik, kertas, kaca, logam, dan sampah organik. Sampah plastik, kertas, kaca dan logam dimasukkan ke dalam drum sampah terdekat sesuai dengan jenisnya.
2. Setelah kantong yang digunakan untuk menampung sampah-sampah kemudian oleh masing-masing rumah tangga dibawa dan dimasukkan ke dalam drum sampah terdekat sesuai dengan jenisnya.
3. Setelah drum sampah penuh, sampah akan diambil dan diangkat ke Tempat Penampungan Sampah (TPS) kampung oleh petugas (Pengumpul)
4. Setelah masuk TPS, dilakukan penyortiran khusus dan pengepakan oleh petugas lalu dijual ke Pengepul Sampah/ Lapak (rekanan).
5. hasil penjualan sampah sebagaian digunakan untuk biaya operasional petugas dan sebagian lagi menjadi dana kas kampung.
6. Khusus untuk sampah organik, setelah menghasilkan kompos di rumah masing-masing, sebagian dikemas lalu dijual dan sebagian lagi dipakai sendiri untuk penghijauan lingkungan rumah dan kampung. Hasil penjualan, 75% untuk orang yang membuat, 20% untuk biaya produksii/ membeli bahan dan 5% masuk dalam kas kampung.
7. Sampah yang berasal dari bungkus makanan, minuman, deterjan dan sejenisnya (jenis sampah plastik tebal baik yang berlapis alumunium foil maupun yang tidak berlapis) didaur ulang menjadi kerajinan tangan seperti tas dan dompet. Selanjutnya hasil kerajinan tangan tersebut dapat dipakai sendiri atau dijual.
Keuntungan Sistem Pengelolaan Sampah Sukunan :
1. Terbentuknya kebiasaan mengelolaan sampah yang benar sejak dini
2. Masyarakat tidak harus membayar retribusi sampah
3. Tambahan pendapatan bagi kampung
4. Tambahan pendapatan bagi masyarakat
5. Masyarakat tidak lagi bingung tentang persoalan sampah
6. Tercipta Lingkungan sehat
7. Memperpanjang usia Tempat Pembuang Akhir (TPA)
8. Meringankan beban pemerintah dalam pengolahan sampah
(PKM,Ngemplak)

Minggu, 19 April 2009

Lets Learn From The People

hmmm ada pemikiran sedikit dari sebuah buku yg baru dibaca,,

Konon sebagian besar program pemerintah gagal karena kebanyakan lebih memanfestasikan charity strategy daripada menumbuhkan kemampuan masyarakat untuk self sustaining dalam upaya pembangunan mereka. Pemerintah lebih banyak datang pada masyarakat sebagai sinterklas yang membagi-bagikan berkah pada mereka yang sifatnya jangka pendek, masyarakatpun menjadi ketergantungan dan dampaknya wajah masyarakat menjadi seperti professional refugee...hmmm berat yah, filosofis banget..
tapi ada sesuatu yg bisa kita pelajari dari fenomena ini untuk melandasi motto KKN kita. Pertama jangan lupa kalo KKN adalah belajar dari masyarakat, bukan mengajari masyarakat. Dengan begitu akan ada interaksi dua arah supaya kita nggak jadi sinterklas...caranya?nih ada prinsip yang dikemukakan oleh tokoh gerakan pembangunan di China :
go to the people
live among the people
learn from people
plan with the people
work with the people
start with what the people know
build on what the people have
teach by showing, learn by doing
not a showcase, but a pattern
not odds and ends, but a system
not piecemeal, but integrated approach
not to conform, but to transform
not relief, but release
yup,,,semoga bermanfaat !!
Tim Klaster Sosial, Politik dan Hukum
(Ardaiyene S, Prayoga Permana, Uwie Steve, Adi Bekasi)

Rabu, 08 April 2009

akhirnya jadi KKN jugaak,, he2,,
Kamis, 09 April 09 .. sehabis Nyontreng.. anak2 KesMasy.. anak2 farmasi nih.. langsung rapat di Sekre BEM farmasi..

membahas Anggaran per program
Ternyata ribet yhaak.. kok mbengkak yah?? haha

Kendala:
berkaitan dg jumlah penduduk: Ibu2,, remaja tu ada berapa yah??
jumlah Kepala Keluarga
tempat alias lingkungannya untuk acara

segitu dulu yhaak

^inaak-rahmi-aium-qurro-ulfa^



Jumat, 03 April 2009

Rapat KKN, @ Pertanian 01 & 02 April 2009

Teman2.. jadi bagi teman2 yg kemarin tidak dapat hadir rapat, berikut ini adalah hal-hal yang kita bahas..
a. Proposal yg tak lolos & yg lolos
Jumlah proposal yang diajukan kurang lebih 124 dan yg lolos 46 proposal.
# dasar gak jelas
# gak ada pemberitahuan sebelumnya
# pengumuman baru serba mendadak
Tapi, LPPM menekankan bahwa proposal tu gak ada yg ditolak.. dilaksanakan semuanya.. asal udah disesuaikan dengan tema yg dah di-Acc ma LPPM gitu..

b. Hasil dari kunjungan ke LPPM dan Pak Taryono tgl 31 Maret 2009
# Penyesuaian tema dengan tema proposal yang lolos
# Pengumpulan proposal yg telah direvisi paling lambat 4 April 2009
# Tema digunakan saat input data secara Online

Kemungkinan yang dapat terjadi:
  • Bersamaan dengan peserta KKN reguler
  • Berebut dengan peserta KKN reguler untuk tema dan tempat, jadi.. belum tentu kita dapat bersama lagi (1 tim)
c. Maksimal Jum'at, 3 April 2009 sudah ada di LPPM

d. Share dan Care:

Kormabid:
  • Ulfa (peningkatan kesehatan masyarakat),
  • Putri (pelestarian nilai sosial-budaya),
  • Daiyene (perbaikan tata pamong dan tata kelola)
Masukan:
Plan A (t4 sama > plus surat dari pak lurah, konfirm ke LPPM)
Plan B (cari t4 lain)
Plan C (siapin per individu yah..!! he2)

Perkenalan New Member neh.. Ada Beny, Reza, Andri dari Teknik Sipil, ma Fitri dari Pertanian ^^ Mohon kerja samanya... SEMANGAT!!
Jumlah peserta rapat: 25 orang

Next rapat : Kamis 2 April 2009 di Pertanian ^^

Jum'at > proposal baru dikumpul ke LPPM, kalo ga da masalah berarti lanjuut.. (katanya mau diumumkan sebelum tgl 6), kalo gak ada telp dari LPPM berarti gak da masalah.. CPnya pak Taryono..
Kalo tempat beda gak masalah, tp lok sama.. itu jd masalah..
Tema : Pengelolaan Sampah Terpadu
Judul : Pemberdayaan TOGA dan Pengelolaan Sampah Terpadu di Desa Hargobinangun sebagai Upaya Peningkatan KesMas ^^

Jumlah peserta: 8 orang..

Segini dulu info dari inaak ^^ SEMANGAT temaaan..

"Orang-orang terbaik tidak selalu mengalami saat-saat terbaik. Tetapi orang-orang terbaik selalu melakukan yang terbaik di saat yang tidak baik"

Kamis, 05 Maret 2009

TANDA TERIMA PROPOSAL


teruntuk kawan2 tim kkn kaliurang...

hari ini tangaal 5 maret, proposal telah diserahkan ke LPPM.

tunggu tanggal maennya, dan mohon dukungan dari kawan2 semua agar pada saat presentasi

semua lancar.....

TETEP SEMANGAT..

.............GO TO KALIURANG.........

Jumat, 27 Februari 2009

_TONG KOSONG NYARING BUNYINYA_



karyaku bersama erdi,....... : )

bersama mereka menumpahkan cat2.......


keindahan mulai nampak pada tumpukan2 itu...


hampir 5 jam kami bergelut dengan cat: merah, putih, item, kuning dan biru.
hari itu cukup cerah ketika gerbang vrederburg dibuka dan berjubel manusia mulai memindai dan mencari tempat untuk berteduh. meluangkan waktu sejenak, menumpahkan ungkapan hati, pikiran pada seonggok tong.

inilah yang dapat kami sampaikan buat temen2 semua. karya yang mungkin kan tetap tekenang, dan diingat..

MURAL TONG SAMPAH

mencetak 1100 tong sampah dalam bentuk kreasi manusia.......................

benteng vrederburg 26-02-2009

Sabtu, 21 Februari 2009

Wajah Vertikultur

Bagi temen-temen yang bingung apa itu vertikultur,
ini saya berikan ilustrasinya....
ada 2 sistem yang nantinya akan kita kembangkan dalam kkn kali ini
diantaranya..

Green Pyramid


Green Tower

Jumat, 20 Februari 2009

Survey ke Kantor Kepala Desa Hargobinangun

Teman-temanku…


Pagi ini (sabtu, 21 Februari 2009) Daiyene dan Adi sudah berhasil survey ke Kantor Kepala Desa Hargobinangun untuk mendapat informasi lebih untuk program bidang social kami dan informasi untuk KKN kita pada umumnya. Pada awalnya kami bertemu dengan Kepala Desanya, tapi untuk wawancara dan menanyakan datanya kami didisposisi ke Sekretarisnya.

Menurut beliau…


Administrasi


Untuk bidang administrasi yang diperlukan atau yang masih kurang adalah komputerisasi. Maksudnya adalah input data dari manual ke komputer. Sebagian besar data yang terkumpul di sana masih dalam bentuk manual (hard copy) contohnya saja seperti form pengajuan sertifikat tanah, laporan bulanan-triwulan, dan sebagainya. Padahal data-data itu harus diinput ke computer dan mereka masih kesulitan dalam melakukan input data tersebut. Salah satu alasannya adalah karena sumber daya manusia yang ada belum seluruhnya paham computer. Karena itu pula beliau mengatakan bahwa mereka perlu peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini melalui pelatihan Komputer.


Selidik punya selidik ternyata program yang mereka gunakan selama ini masih berkisar pada Microsoft windows seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel. Jadi untuk teman teman social yang mau menggunakan program SSPS itu kayaknya bisa deh… (lebih sophisticated.. hehe)


Untuk masalah data seperti survey penduduk sana, beliau mengatakan itu sudah ada tapi perinciannya belum ada. Untuk hal survey juga sebenarnya ada program yang namanya “profil desa”. Itu program Kabupaten Sleman sebenarnya tapi pelaksanaannya dari bawah. Untuk profil desa ini beliau menyarankan untuk menanyakannya lebih lanjut pada Kabag Bang di Kantor Kepala Desa Hargobinangun.


Beliau juga mengatakan bahwa mereka mempunyai database kependudukan sana, tetapi pengelolaannya yang belum ada. Jadi, mungkin kita bisa membantu pengelolaannya database ini.


Ada hal lain yang menjadi kendala bagi penduduk sana dalam memajukan hasil programnya yang tekait dalam hal administrasi, yaitu masalah penyusunan proposal. Beliau mengatakan, masyarakat setempat masih kesulitan dalam penyusunan proposal. Mungkin yang baiknya itu yang seperti apa dan bagaimana mendistribusikan proposal tersebut.


Untuk masalah KTP, menurut beliau sudah lumayan tertib. Yang susah adalah mengingatkan yang tua-tua untuk memperpanjang KTPnya.


Terkait dengan rencana program bidang social kami yang mengenai sosialisasi pemilu. Kami mendapat info bahwa partisipasi pemilu di desa tersebut sudah mencapai kurang lebih 80%. Dari desa HB pula terdapat 8 orang caleg yang berasal di antaranya dari Kaliurang Timur dan Barat, untuk Ngipiksari tidak ada. Untuk informasi saja, tanggal 28 besok bahkan sudah ada sosialisasi tentang pemilu tapi hanya perwakilan saja. Beliau mengatakan bahwa semakin banyak sosisalisasi yang dilakukan langsung ke masyarakat itu semakin baik.


Ketika kami mencoba untuk menanyakan bagaimana hubungan administrasi pedukuhan dengan desa, atau administrasi antardukuh, beliau memaparkan bahwa sudah ada pertemuan rutin sebulan sekali: salapanan di pedukuhan.


Lain-lain


Menurut beliau, Desa Hargobinangun bisa dibedakan menjadi Hargobinangun (let’s call it as HB) bawah dan HB atas. HB bawah lebih berorientasi pada pertanian, dan HB atas (ketiga area kita: Ngipiksari, Kaliurang Timur, dan Kaliurang Barat) lebih berorientasi pada jasa (penginapan, dsb), pedagang, dan ternak.

Masyarakat HB dalam hal pendidikan sudah lebih maju dari daerah sekitar dan karenanya tingkat buta hurufnya pun juga lebih sedikit.


Untuk masalah PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), beliau mengatakan bahwa mereka sudah mengajukan proposal tetapi belum di-acc.


Informasi penting nihhh: Desa HB telah menjuarai Kampung Hijau tingkat Provinsi yang telah dikelola oleh Karang Taruna dan ibu-ibu PKK setempat (beritanya ada di KR tanggal 09 Februari 2009). Mungkin informasi ini bisa berguna bagi teman-teman yang mengelola sampah terpadu, pertanian, dan sebagainya. Oh iya, penghijauan ini sudah berjalan di daerah Kaliurang bagian atas.


Untuk masalah pengubahan image sebenarnya dari pihak setempat sudah melakukan usaha yaitu salah satunya membentuk paguyuban penginapan dan sudah pernah ada pembinaan bagi mereka agar daerah mereka tidak terkena image negative yang semakin buruk.


Di bidang budaya, beliau mengatakan sudah ada berbagai kelompok budaya, khususnya di Ngipiksari, seperti kuda lumping, tarian, dan karawitan. Mungkin kita dapat memanfaatkan mereka dalam menjalankan program kita.


Catatan kecil:


Untuk data mentah yang ingin kami dapatkan lebih baik langsung ke kepala dukuhnya langsung. Dan untuk profil desa untuk bertemu dengan Kabag Bang-nya juga. Berhubung kami tidak tahu rumah Pak Dukuhnya di mana dan Kabag Bangnya juga sedang berhalangan hadir, so mungkin next time kita perlu balik lagi untuk memfollow up informasi yang telah kami peroleh.


Kurang lebih ini dulu yang bisa kami sampaikan, semoga bisa menambah info dalam membuat program dan bisa jadi bahan pertimbangan teman-teman semua…



See you..


by: Daiyene & Adi

Selasa, 17 Februari 2009

Here we are

Selamat datang di blog kkn ugm kaliurang
blog ini untuk mewadahi informasi seputar kkn mahasiswa ugm di kaliuran
Blog ini juga bisa sebagai wadah komunikasi, pengumuman atau bahkan curhat2nya temen2 kkn
hehehe....

pokoknya tim kkn kaliurang is..
the best tim ever...

chiayooo semangat
kita wujudkan kaliurang lebih asri dan indah