Jumat, 20 Februari 2009

Survey ke Kantor Kepala Desa Hargobinangun

Teman-temanku…


Pagi ini (sabtu, 21 Februari 2009) Daiyene dan Adi sudah berhasil survey ke Kantor Kepala Desa Hargobinangun untuk mendapat informasi lebih untuk program bidang social kami dan informasi untuk KKN kita pada umumnya. Pada awalnya kami bertemu dengan Kepala Desanya, tapi untuk wawancara dan menanyakan datanya kami didisposisi ke Sekretarisnya.

Menurut beliau…


Administrasi


Untuk bidang administrasi yang diperlukan atau yang masih kurang adalah komputerisasi. Maksudnya adalah input data dari manual ke komputer. Sebagian besar data yang terkumpul di sana masih dalam bentuk manual (hard copy) contohnya saja seperti form pengajuan sertifikat tanah, laporan bulanan-triwulan, dan sebagainya. Padahal data-data itu harus diinput ke computer dan mereka masih kesulitan dalam melakukan input data tersebut. Salah satu alasannya adalah karena sumber daya manusia yang ada belum seluruhnya paham computer. Karena itu pula beliau mengatakan bahwa mereka perlu peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini melalui pelatihan Komputer.


Selidik punya selidik ternyata program yang mereka gunakan selama ini masih berkisar pada Microsoft windows seperti Microsoft Word dan Microsoft Excel. Jadi untuk teman teman social yang mau menggunakan program SSPS itu kayaknya bisa deh… (lebih sophisticated.. hehe)


Untuk masalah data seperti survey penduduk sana, beliau mengatakan itu sudah ada tapi perinciannya belum ada. Untuk hal survey juga sebenarnya ada program yang namanya “profil desa”. Itu program Kabupaten Sleman sebenarnya tapi pelaksanaannya dari bawah. Untuk profil desa ini beliau menyarankan untuk menanyakannya lebih lanjut pada Kabag Bang di Kantor Kepala Desa Hargobinangun.


Beliau juga mengatakan bahwa mereka mempunyai database kependudukan sana, tetapi pengelolaannya yang belum ada. Jadi, mungkin kita bisa membantu pengelolaannya database ini.


Ada hal lain yang menjadi kendala bagi penduduk sana dalam memajukan hasil programnya yang tekait dalam hal administrasi, yaitu masalah penyusunan proposal. Beliau mengatakan, masyarakat setempat masih kesulitan dalam penyusunan proposal. Mungkin yang baiknya itu yang seperti apa dan bagaimana mendistribusikan proposal tersebut.


Untuk masalah KTP, menurut beliau sudah lumayan tertib. Yang susah adalah mengingatkan yang tua-tua untuk memperpanjang KTPnya.


Terkait dengan rencana program bidang social kami yang mengenai sosialisasi pemilu. Kami mendapat info bahwa partisipasi pemilu di desa tersebut sudah mencapai kurang lebih 80%. Dari desa HB pula terdapat 8 orang caleg yang berasal di antaranya dari Kaliurang Timur dan Barat, untuk Ngipiksari tidak ada. Untuk informasi saja, tanggal 28 besok bahkan sudah ada sosialisasi tentang pemilu tapi hanya perwakilan saja. Beliau mengatakan bahwa semakin banyak sosisalisasi yang dilakukan langsung ke masyarakat itu semakin baik.


Ketika kami mencoba untuk menanyakan bagaimana hubungan administrasi pedukuhan dengan desa, atau administrasi antardukuh, beliau memaparkan bahwa sudah ada pertemuan rutin sebulan sekali: salapanan di pedukuhan.


Lain-lain


Menurut beliau, Desa Hargobinangun bisa dibedakan menjadi Hargobinangun (let’s call it as HB) bawah dan HB atas. HB bawah lebih berorientasi pada pertanian, dan HB atas (ketiga area kita: Ngipiksari, Kaliurang Timur, dan Kaliurang Barat) lebih berorientasi pada jasa (penginapan, dsb), pedagang, dan ternak.

Masyarakat HB dalam hal pendidikan sudah lebih maju dari daerah sekitar dan karenanya tingkat buta hurufnya pun juga lebih sedikit.


Untuk masalah PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat), beliau mengatakan bahwa mereka sudah mengajukan proposal tetapi belum di-acc.


Informasi penting nihhh: Desa HB telah menjuarai Kampung Hijau tingkat Provinsi yang telah dikelola oleh Karang Taruna dan ibu-ibu PKK setempat (beritanya ada di KR tanggal 09 Februari 2009). Mungkin informasi ini bisa berguna bagi teman-teman yang mengelola sampah terpadu, pertanian, dan sebagainya. Oh iya, penghijauan ini sudah berjalan di daerah Kaliurang bagian atas.


Untuk masalah pengubahan image sebenarnya dari pihak setempat sudah melakukan usaha yaitu salah satunya membentuk paguyuban penginapan dan sudah pernah ada pembinaan bagi mereka agar daerah mereka tidak terkena image negative yang semakin buruk.


Di bidang budaya, beliau mengatakan sudah ada berbagai kelompok budaya, khususnya di Ngipiksari, seperti kuda lumping, tarian, dan karawitan. Mungkin kita dapat memanfaatkan mereka dalam menjalankan program kita.


Catatan kecil:


Untuk data mentah yang ingin kami dapatkan lebih baik langsung ke kepala dukuhnya langsung. Dan untuk profil desa untuk bertemu dengan Kabag Bang-nya juga. Berhubung kami tidak tahu rumah Pak Dukuhnya di mana dan Kabag Bangnya juga sedang berhalangan hadir, so mungkin next time kita perlu balik lagi untuk memfollow up informasi yang telah kami peroleh.


Kurang lebih ini dulu yang bisa kami sampaikan, semoga bisa menambah info dalam membuat program dan bisa jadi bahan pertimbangan teman-teman semua…



See you..


by: Daiyene & Adi

1 komentar:

  1. waw...thax banget
    kita dari bidang pertanian butuh banget informasinya...

    smangat...

    BalasHapus