Berdasarkan komposisinya, sampah dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. sampah organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, kertas, kayu, dan daun0daun kering. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
2. sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, plastik mainan, botol dan gelas minuman, dan kaleng. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil ataum saampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Bebarapa ampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
3. sampah berbahaya contoh : baterai, botol racun nyamuk, dan jarum suntik bekas.
Model Pengelolaan Sampah Dusun Sukunan
Petani Sukunan sudah lama mengeluhkan banyaknya sampah plastik, kaca, dan kaleng yang masuk ke lahan persawahan. Sawah tersebut sangat menghalangi pengakaran padi dan kesuburan tanah menurun. Pecahan kaca juga sering menimbulkan cedera bagi petani sehingga petani dusun ini harus meluangkan waktunya lebih dari mengurusi sawah mereka. Oleh karena petani Dusun Sukunan mengembangkan model pengelolaan sampah yang berasal dari inisiatif warga dan dikembangkan juga secara bersama oleh masyarakat.
Secara garis besar sistem pengelolaan sampah mandiri dan produktif Sukunan meliputi kegiatan berikut:
1. Setiap Rumah tangga memisahkan sampah sesuai dengan jenisnya yaitu plastik, kertas, kaca, logam, dan sampah organik. Sampah plastik, kertas, kaca dan logam dimasukkan ke dalam drum sampah terdekat sesuai dengan jenisnya.
2. Setelah kantong yang digunakan untuk menampung sampah-sampah kemudian oleh masing-masing rumah tangga dibawa dan dimasukkan ke dalam drum sampah terdekat sesuai dengan jenisnya.
3. Setelah drum sampah penuh, sampah akan diambil dan diangkat ke Tempat Penampungan Sampah (TPS) kampung oleh petugas (Pengumpul)
4. Setelah masuk TPS, dilakukan penyortiran khusus dan pengepakan oleh petugas lalu dijual ke Pengepul Sampah/ Lapak (rekanan).
5. hasil penjualan sampah sebagaian digunakan untuk biaya operasional petugas dan sebagian lagi menjadi dana kas kampung.
6. Khusus untuk sampah organik, setelah menghasilkan kompos di rumah masing-masing, sebagian dikemas lalu dijual dan sebagian lagi dipakai sendiri untuk penghijauan lingkungan rumah dan kampung. Hasil penjualan, 75% untuk orang yang membuat, 20% untuk biaya produksii/ membeli bahan dan 5% masuk dalam kas kampung.
7. Sampah yang berasal dari bungkus makanan, minuman, deterjan dan sejenisnya (jenis sampah plastik tebal baik yang berlapis alumunium foil maupun yang tidak berlapis) didaur ulang menjadi kerajinan tangan seperti tas dan dompet. Selanjutnya hasil kerajinan tangan tersebut dapat dipakai sendiri atau dijual.
Keuntungan Sistem Pengelolaan Sampah Sukunan :
1. Terbentuknya kebiasaan mengelolaan sampah yang benar sejak dini
2. Masyarakat tidak harus membayar retribusi sampah
3. Tambahan pendapatan bagi kampung
4. Tambahan pendapatan bagi masyarakat
5. Masyarakat tidak lagi bingung tentang persoalan sampah
6. Tercipta Lingkungan sehat
7. Memperpanjang usia Tempat Pembuang Akhir (TPA)
8. Meringankan beban pemerintah dalam pengolahan sampah
(PKM,Ngemplak)
Senin, 27 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar